Janji yang Terlambat
Empat tahun berlalu, sunyi tak bersuara,
kata maaf datang—terlambat, hampa.
Kau beri Pure Commitment di dunia maya,
tapi nyatanya—aku yang kau lupa.
Game favoritmu, neraka bagiku.
Aku tenggelam dalam benci, kau tenggelam di sana.
Seperti Sesal yang melagukan luka,
seperti Janji Setia yang akhirnya sirna.
Janji itu bukan untuk diucap saja,
tapi untuk dijaga, untuk dirawat.
Namun kau pergi, memilih menjauh,
meninggalkanku di antara kata-kata yang kau ingkari.
Sesal mungkin milikku,
tapi kehilangan adalah milikmu.
- Kediri, 27 Februari 2025
Komentar
Posting Komentar