Yang Belum Selesai


Ada masa ketika aku terlalu percaya,
memberi seluruh pintu tanpa kunci,
mengira cinta cukup menjadi penjaga
agar tak ada yang pergi diam-diam.

Tapi suatu hari
kau menutup cerita kita, 
seperti mematikan lampu di ruangan
yang masih kutempati sendirian.

Tanpa penjelasan yang benar-benar selesai,
tanpa kalimat yang membuat hati paham, 
kenapa langkahmu begitu mudah pergi? 
sementara aku tertinggal
mengumpulkan serpihan kepercayaan.

Waktu berjalan,
tahun-tahun berganti,
aku belajar menutup kembali pintu-pintu itu.
Belajar berkata tidak.
Belajar menjaga diri, 
agar tidak jatuh di lubang yang sama.

Namun kadang, 
hal kecil saja belum cukup—
sebuah nama yang masih kuikuti,
sebuah jejak digital yang tak sengaja kulihat—
dan kenangan itu kembali, 
seperti hujan yang tahu alamat rumah lamanya.

Lalu aku bertanya diam-diam:
bagaimana kau bisa tampak baik-baik saja
sementara di dalam diriku
ada bagian yang masih mencoba memahami semuanya?

Aneh,
aku ingin melepaskanmu,
tapi juga takut
kalau benar-benar kulepas, 
maka kisah itu benar-benar selesai.

Padahal yang sebenarnya kurindukan
bukanlah dirimu semata,
melainkan diriku yang dulu—
yang banyak tertawa,
yang cerewet tanpa takut,
yang bercanda dengan teman-teman
seolah hidup selalu punya ruang untuk bahagia.

Mungkin suatu hari nanti, 
aku tidak lagi mencari jawaban darimu.
Mungkin suatu hari kenangan itu
akan duduk tenang di sudut ingatan
tanpa membuat dadaku sesak.

Dan ketika hari itu datang,
aku berharap menemukan diriku kembali—
yang lebih hati-hati, 
tapi tidak kehilangan hangatnya hati,
yang pernah patah
tapi tetap berani hidup lagi.

Aku tidak ingin kembali ke masa lalu.
Aku hanya ingin
tenang,
banyak senyum lagi,
ceria,
dan banyak bicara seperti dulu.

••

•••


Heat Waves - Glass Animals 

Komentar

Postingan Populer